Taqlid dan Pengaruh Buruknya

Berikut beberapa faidah dari daurah bersama Syaikh Abdul Hadi al Umairi yang berlangsung di Mesjid Al Fitrah (Rabu, 6 Juli 2018.)
 

Taqlid dan Pengaruh Buruknya

📋 Fawaaid:

✅ Pembukaan dengan khutbah hajah, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

✅ Termasuk kenikmatan dari Allah mengumpulkan hambaNya di rumah Nya, mempelajari agamanya dan sunnah-sunnah nabi Nya.

✅ Kenikmatan lainnya adalah kemudahan untuk berkumpul di majlis ilmu. Semua ini adalah tanda kebaikan.

✅ Syaikh menyampaikan (sering menyampaikan pada kesempatan lainnya) dari apa yg beliau lihat di negeri ini (berupa) hijab dan shalat jamaah yang diamalkan. Beliau bersyukur dengan kondisi ini dimana pada masa yg sunnah terasing, namun terlihat syiar di tempat ini. Beliau merasakan perbedaan dengan tempat-tempat lainnya. Beliau menegaskan wajibnya menjaga stabilitas di tempat ini, ukhuwah dan perkara-perkara yang mendukung syiar agama.

✅ Materi kajian “Taqlid dan dampak buruknya” adalah materi yg sangat penting. Apalagi masa seperti ini, ilmu agama sangat dibutuhkan dan merupakan kebaikan dari Allah hambaNya.

Sebagaimana dlm hadits shahih:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين.

Kebalikan dari hadits di atas, bukanlah kebaikan ketika Allah menjauhkan ilmu agama dari seorang hamba.

✅ Imam Ahmad mengingatkan perihal pentingnya ilmu agama. Kebutuhan manusia terhadap ilmu agama lebih besar dari kebutuhan terhadap makan dan minum.

Dimana makan minum mencukupi dengan 2 atau 3 kali, namun ilmu agama dibutuhkan setiap saat dalam setiap urusan.

✅ Ilmu agama adalah apa yang difirmankan Allah dan disabdakan oleh Rasulullah. Termasuk ilmu agama adalah ijma dan qiyas yang benar.

✅ Allah menyebutkan kondisi Yahudi dan Nasrani, dimana Yahudi dimurkai Allah karena tidak mengamalkan apa yg mereka ketahui, adapun Nasrani disesatkan Allah karena beramal tanpa ilmu.

✅ Pertengahan adalah umat Rasulullah yang berada diantara Yahudi dan Nasrani, dimana umat Rasulullah yang sejati bersemangat belajar ilmu agama dan semangat mengamalkannya, keduanya merupakan kenikmatan dari Allah.

✅ Taqlid secara umum adalah seseorang menerima ucapan orang lain tanpa adanya upaya mengetahui hujjah dan memahami dalil. dan mayoritas umat manusia terjebak dengan taqlid.

✅ Diantara dasar-dasar yang perlu diketahui: Rabb kita adalah satu, kitab kita satu, nabi kita satu, kiblat kita satu.

✅ Allah berfirman: “wahai umat manusia, beribadahlah kalian kepada Rabb kalian yg telah menciptakan kalian dan umat-umat sebelum kalian.”

✅ Syariat yang Allah turunkan kepada para nabi adalah mengajarkan untuk mentauhidkan Allah, demikian juga yg diturunkan kepada Rasulullah.

✅ Al-Qur’an adalah satu yang diturunkan kepada Rasulullah untuk disampaikan kepada umatnya, maka seorang muslim wajib merealisasikan: Mentaati Rasulullah, membenarkan apa yg disampaikan, melakukan apa yg diperintahkan, menjauhi larangan, dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yg diajarkan oleh Rasulullah.

Inilah yang harus diwujudkan dalam kehidupan, sehingga dengan ini tidak ada celah untuk berpecah.

✅ Tidak ada sosok yang boleh diikuti secara mutlak selain Rasulullah. Wajib mengikuti perintahnya, menjauhi larangannya dan ini bukanlah sikap taqlid, namun ini merupakan ittiba’. Semuanya, baik laki-laki maupun wanita wajib mengikuti perintahnya.

✅ Allah telah menegaskan dalam firman Nya. “sungguh telah ada dalam diri Rasulullah ushluh yg banyak,” Dalam ayat lain Allah berfirman “apa yang datang darinya ambillah..,”

✅ Rasulullah telah bersabda: “tunaikanlah shalat sebagaimana kalian melihat aku shalat“, demikian juga hadits manasik haji.

✅ Kesetiaan para sahabat adalah kesetiaan secara totalitas, bahkan para sahabat mencintai sampai makanan yg disukai Rasulullah dalam keadaan mereka tidak menyukai sebelumnya. Mereka selalu bergegas mengamalkan apa yg disampaikan Rasulullah dalam semua perkara dan ini pula yg diajarkan kepada para tabiin.

✅ Tidak ada sikap taqlid pada masa shahabat, tabiin dan generasi setelah mereka hingga abad ke 3.

✅ Mulai abad ke 4 mulai muncul taqlid kepada sosok tertentu.

✅ Ibn Suud berkata: “aku hanya beriman dengan apa yg Rasulullah dengannya beriman…”.

Ibn Umar berkata “aku berkata Rasulullah bersabda namun kalian berkata umar berkata demikian, aku kuatir akan dijatuhkan ke atas kalian batu dari langit.

Demikian pula dengan para imam 4 yang mashur, berkata:

➡ Imam Abu Hanifah: “Tidak halal bagi kalian mengambil ucapan ku jika kalian tidak tahu dr mana aku mengambil nya.”

➡ Imam Malik: “Semua orang berhak diambil dan ditolak pendapat nya kecuali pemilik kubur ini (Rasulullah).”

➡ Imam Syafi’i: “Bila itu hadits shahih maka itulah mazhabku.”

➡ Imam Ahmad: “Jangalah kalian taqlid padaku, juga Syafi’i, abu Hanifah, dan auza’i.”

✅ Abu Yusuf, adalah murid abu Hanifah namun mereka tidak sepakat dalam sepertiga pendapat abu Hanifah. Beliau tidak bertaqlid, dan demikian murid-murid besar para imam, mereka tidak bertaqlid namun menggali dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah.

✅ Taqlid muncul pada abad ke4. Secara umum taqlid ada 2:

1. Sifatnya masyru’

Taqlid jenis ini ada perbedaan diantara ulama. Diantara mereka ada yg melarang secara mutlak dengan alasan hakikatnya tidak ada yg boleh diikuti secara totalitas selain Rasulullah. Sebagian lain berpendapat wajib untuk bertaqlid, yang ini akan menutup pintu ijtihad.

➡ Ibn Qudamah dan lainnya mengambil jalan pertengahan dengan membolehkan taqlid.

➡ Ibn Taimiyah, Al bani menyatakan bolehnya taqlid yang masyru’ (beliau menyatakan tidak menemukan dalil yg melarangnya) dengan alasan bahwa kaum muslimin tidaklah satu tingkatan dalam memahami ilmu agama. Ada yg mampu berijtihad dan sebagian besar tidak mampu berijtihad, maka kondisi ini membolehkan taqlid, bahkan ijma’ ulama berpendapat demikian.

Hal yang sangat penting bagi awam muslimin menyatakan aku mengikuti pendapat imam ini dan ini dr imam ahlussunah dalam perkara asma wa shifat. Karena mereka tidak mengetahui secara mendalam ttg iradah kauniyah, iradah syari’iyyah.

2.Yang Tercela

Adapun yang kedua yaitu taqlid yang sangat tercela (mazmum).

➡ Imam Syafi’i berkata, telah sepakat ulama bila telah datang dari Rasulullah sunnah yang jelas maka tidak boleh baginya meninggalkan sunnah itu untuk mengikuti yang lainnya.

Ketika hal itu dilanggar maka muncullah sikap fanatisme (ta’ashub) yg berlebihan sampai saling mengkafirkan.

Contohnya, muncul dari sebagian muqallid Hanafi untuk tidak boleh menikahkan anak perempuan mereka dengan laki-laki dari syafiiyah namun boleh sebaliknya.

✅ Akibat buruk dari taqlid diantaranya adalah terpecah belah kaum muslimin.

Dulunya di Masjidil Haraam ada 4 sampai dengan 5 tempat imam, yg shalat sesuai mazhabnya. Hal tersebut muncul karena taqlid yang tercela, dan terjadi hingga dakwah tauhid yang kemudian hanya 1 imam. Di Damaskus bahkan masih terjadi hingga saat ini.

✅ Perpecahan muncul dari ta’ashub, disebabkan oleh fanatisme yg lahir dr sikap taqlid mazmum, yang mengingkari hadits 2 yang jelas. Padahal sudah jelas larangan berbuat demikian.

✅ Diantara para muqallid menyatakan, jika hadits tidak ada dalam mazhab kami maka hadits itu dalam 2 kondisi, mansukh atau dhaif, dan sikap-sikap ekstrim lainnya seperti menganiaya ulama2 yg menyelisihi pendapat mazhab mereka.

✅ Sikap yg benar adalah seperti dikatakan Syafi’i, siapapun yang telah datang baginya hadist dan sunnah yang shahih, tidak boleh baginya mengambil pendapat selainnya.

✅ Syaikh menambahkan, mengingatkan janganlah menganggap enteng persaudaraan walau hanya dengan senyum. Rasulullah mengatakan senyuman kamu bagi saudaramu adalah sedekah.

✅ Beliau mempersaksikan bahwa orang Indonesia memiliki kebiasaan yang tidak didapatkan di negeri-negeri lainnya, yaitu tersenyum kepada saudaranya, bahkan kepada yg belum dikenalnya. Begitulah pengalaman Syaikh di tempat-tempat mulai dari bandara, toko dsb.

✅ Karena sebagian kita tidak mampu bersedekah dengan harta, maka senyum adalah sedekah oleh kaya maupun yg miskin.

Selesai.

✒ Disimpulkan oleh: Tim Syiar Tauhid Aceh
🌍 Sumber: https://bit.ly/2KPRkM9

Artikel:
Ukhuwahfillhijrah.com
Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *