Puasa Syawwal Berurutan atau Tidak

Puasa Syawwal Berurutan atau Tidak?

 

Al-Imam Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shon’ani beekata, “Pahala puasa Syawwal akan diperoleh bagi yang berpuasa dengan berlainan hari maupun berurutan, dan orang yang berpuasa sehari setelah ‘Ied atau pada pertengahan bulan Syawwal. Al-Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dalam sunannya dari Ibnul Mubarok, beliau memilih berpuasa enam hari di permulaan bulan Syawwal. Diriwayatkan pula dari Ibnul Mubarok bahwa beliau berkata, “Jika puasa enam hari di bulan Syawwal dilakukan tidak berurutan maka yang demikian juga diperbolehkan.” (Subulussalam hal. 567)

 

Akan tetapi yang afdhol (lebih utama) adalah dengan mengerjakannya berturut-turut sebagaimana yang disampaikan oleh Al-Imam An-Nawawi dalam “Syarh Shohih Muslim” 8/304. Karena hal itu termasuk bersegera dalam kebaikan, sebagaimana keumuman firman Allah ta’ala:

 

“Mereka itu orang-orang yang bersegera dalam amalan-amalan kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dulu memperolehnya.” (Al-Mu’minun: 61)

_______

 

ustadz Fikri Abul Hasan

 

 

Artikel:

Ukhuwahfillhijrah.com

Telegram chanel : http://t.me/ukhuwahfilhijrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *