AL- fawaid Ramadhan

 RAMADHAN TINGGAL 2/3 NYA, SUDAH SEJAUH MANA KITA ???

(mengevaluasi ibadah dan kebaikan, serta dosa kita selama duapuluh hari ramadhan, bila belum optimal segera kejar ketertinggalan)

🖋abu abd rahman bin muhammad suud al atsary

Saudaraku… Semoga Allah subhanahu wa taala memberkahi kita semua.

Allah subhanahu wa taala berfirman mengingatkan hamba hamba Nya,

و كل انسن الزمنه طئره فى عنقه ، و نخرج له يوم القيمة كتاب يلقه منشورا • اقرأ كتبك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا

سورة 17 الإسراء 13 – 14

_Dan setiap manusia itu telah kami tetapkan catatan amalnya pada lehernya, dan Kami akan keluarkan nanti baginya satu kitab pada hari kiamat dalam keadaan terbuka • bacalah sendiri kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai pembuat perhitungan sendiri terhadap dirimu_.

Berkata imam Abdurrahman bin Nasir bin abdillah as Sady rahimahullah,

“ini merupakan pemberitaan tentang kesempurnaan keadilan Allah, dimana Dia menetapkan amal perbuatan pada seorang sebagaimana kalung yang menempel pada lehernya sendiri,

Maksydnya, setiap amal yang di kerjakan, baik itu amal baik atau buruk, niscaya Allah menetapkan ganjaran pada pelakunya, tidak akan berpindah pada orang lain,

Ia tidak di hisab berdasar amal orang lain,

Begitu juga orang lain, tidak di minta tangung jawab atas amalnya (orang tadi),

و نخرج له يوم القيمة كتاب يلقه منشورا

Yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang pernah di kerjakan, berupa kebaikan atau keburukan, baik besar atau kecil,

Kemudian di katakan padanya,

اقرأ كتبك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا

Inilah bentuk keadilan dan keobyektifan terbesar, di mana di katakan pada seorang

“hitunglah dirimu sendiri”, sehingga ia mengetahui fakta dosa yang ada pada dirinya yang mendatangkan sebab siksa”.

📖 Kitab taisir karimir rahman fi tafsir kalamim manan surah 17 ayat 13 -14.

Juga firman Nya,

و وضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين مما فيه ، و يقولون يويلتنا مال هذا الكتاب ؟ لا يغادر صغيرة و لا كبيرة إلا احصها !!! ، و وجدوا ما عملوا حاضرا ، و لا يظلم ربك أحدا

سورة 18الكهف 49

_Dan di sodorkan padanya kitab (catatan amal), maka kalian akan melihat para mujrim (pelaku kejahatan) apatis (takut dan gentar) atas apa yang telah tertulis di dalamnya, mereka berkata “celaka kami, kitab macam apa ini ?, yang tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, melainkan tercatat semuanya !!!, dan mereka mendapati semua apa yang telah di kerjakan di hadirkan, dan Rabbmu tidak lah berbuat dzalim pada seorang pun_.

Berkata imam Abdurrahman bin Nasir bin Abdillah as Sady rahimahullah,

“pada waktu (perhitungan akhirat) itulah buku buku catatan para malaikat yang berbakti di hadirkan,

Maka hati manusia melayang layang, dan kesulitan kesulitan semakin menjadi lantaran kejadian itu,

Hampir gunung gunung terkikis karenanya,

Orang orang jahat takut karenanya,

Ketika mendapati amal perbuatannya terbukukan, ucapan dan tindakkan mereka di perhitungkan,

Lalu mereka berseru,

يويلتنا مال هذا الكتاب لا يغاذر صغيرة و لا كبيرة إلا احصها

yakni, kitab ini tidak meninggalkan perbuatan kecil dan besar melainkan tercatat lagi terpelihara di dalamnya,

Tidak terlewatkan amal yang sembunyi atau terang, baik di malam atau siang,

و وجدوا ما عملوا حاضراً

yakni, mereka tidak mampu lagi mengingkarinya,

و لا يظلم ربك احدا

saat itu, mereka di beri balasan atas amalnya, dan di mintai pengakuan, (setelah mengakui kesalahan) maka mereka di timpa kehinaan, dan jatuhlah ketetapan siksa pada nya,

Bahkan manusia tidak akan keluar (baik) dari keadilan atau kemurahan Nya”.

📖 kitab taisir karimir rahman fi tafsir kalamim manan surah 18 ayat 49.

Berkata imam Zainudin Abu Farj, Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab rahimahullah,

“adapun puasa ramadhan dan shalat malamnya, maka keduanya menjadi pelebur dosa hingga ramadhan berakhir,

Jika satu bulan sempurna, berarti puasa dan shalat malam bagi seorang muslim telah sempurna, yang hal itu menjadi sebab terampuninya dosa yang telah lalu,

Sebagian orang (ulama) mengatakan bahwa dosa dosa di ampuni dengan shalat malam, ketika selesai shalat malam pada akhir bulan ramadhan sebelum datangnya siang,

Sedang ampunan dengan puasa, akan terjadi sampai puasa mereka berakhir, sehingga mereka di ampuni di malam idul fitri”

📚 kitab lathaifu maarif 395.

Beliau melanjutkan,

“Muwariq al Ajali berkata di tanah lapang (untuk shalat ied) pada saudaranya

‘pada hari ini satu kaum (yang di ampuni dosanya) akan pulang sebagaimana hari mereka di lahirkan ibunya’,

dalam riwayat mursal, dari Abu Ja’far berkata

‘siapa yang mendapati ramadhan, lalu puasa di siang hari, shalat malamnya, menundukkan pandangan, menjaga kemaluan, lisan, dan tanggannya, shalat berjamaah, segera shalat jumatnya, berarti telah berpuasa dan mendapat pahala penuh, ia telah mendapat lailatul qodr, *dan memenangkan hadiah dari Rabbnya, hadiah yang tidak serupa dengan hadiah dari para pejabat*’ ”

📚 kitab lathaifu maarif 396.

“siapa saja yang amalnya (di bulan ramadhan) kurang, maka pahalanya akan kurang seukuran dengan itu, (bila ia mendapati itu) maka jangan menyalahkan, selain dirinya sendiri”

📚 kitab lathaifu maarif 397.

Di riwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu, beliau berkata di akhir ramadhan,

“aduh, siapakah yang di terima amalnya, sehingga aku memberinya ungkapan tahniah (suka cita),

Dan siapakah yang tertolak amalnya, sehingga aku memberinya ungkapan ta’ziyah (bela sungkawa)”

📚 kitab lathaifu maarif 399.

“wahai ramadhan, engkau telah melimpahkan kasih sayang, orang orang yang mencintaimu telah berderai air mata,

Hati mereka teriris karena sakitnya perpisahan,

Semoga renungan perpisahan ini bisa memadamkan apa yang telah terbakar oleh api kerinduan,

Mudah mudahan saat taubat, dan pelepasan diri dari dosa dapat menambal lubang lubang kekurangan,

Mudah mudahan orang yang terputus dan tertinggal dari rombongan orang orang yang di terima amalnya bisa menyusul,

Mudah mudahan belenggu dosa dan kesalahan terlepaskan, semoga orang orang yang seharusnya masuk neraka terbebaskan, semoga rahmat Allah taala atas pelaku maksiat (pengampunan) bisa di rasakan”

📚 kitab lathaifu maarif 410.

Di tulis malam 20 dari Ramadhan 1439 hijriyah, bada tarawih.

oleh: yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya.

Artikel : www.ukhuwahfillijrah.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *