Perbedaan Pendapat Jumlah Rokaat Tarowih Bukan Masalah Prinsip

Perbedaan Pendapat Jumlah Rokaat Tarowih Bukan Masalah Prinsip

Syaikh Al-‘Allamah bin Baz berkata:

ومن الأمور التي قد يخفى حكمها على بعض الناس:ظن بعضهم أن التراويح لا يجوز نقصها عن عشرين ركعة، وظن بعضهم أنه لا يجوز أن يزاد فيها على إحدى عشرة ركعة أو ثلاث عشرة ركعة، وهذا كله ظن في غير محله بل هو خطأ مخالف للأدلة

“Di antara perkara yang tersamar hukumnya atas sebagian orang bahwa sebagian mereka menyangka sholat tarowih tidak boleh kurang dari duapuluh rokaat. Sebagian lagi menyangka tidak boleh lebih dari sebelas rokaat atau tigabelas rokaat. Semua ini adalah perkiraan yang bukan pada tempatnya. Bahkan ini jelas kesalahan yang menyelisihi dalil.

وقد دلت الأحاديث الصحيحة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم على أن صلاة الليل موسع فيها ، فليس فيها حد محدود لا تجوز مخالفته

Hadits-hadits yang shohih menunjukkan bahwa sholat malam perkaranya sangat lapang, jumlah rokaatnya tidak dibatasi oleh jumlah-jumlah tertentu maka tidak boleh menyelisihi sunnah beliau. (Kemudian Syaikh menyebutkan riwayat, “Sholat malam dua rokaat dua rokaat”)

ومن تأمل سنته صلى الله عليه وسلم علم أن الأفضل في هذا كله هو صلاة إحدى عشرة ركعة ، أو ثلاث عشرة ركعة، في رمضان وغيره؛ لكون ذلك هو الموافق لفعل النبي صلى الله عليه وسلم في غالب أحواله، ولأنه أرفق بالمصلين وأقرب إلى الخشوع والطمأنينة، ومن زاد فلا حرج ولا كراهية كما سبق

Akan tetapi bagi siapa saja yang memperhatikan sunnah Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dia akan mengetahui bahwa yang paling utama adalah sholat malam sebanyak sebelas rokaat atau tigabelas rokaat baik di bulan Romadhon maupun di selainnya. Hal itu yang lebih mencocoki perbuatan beliau Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dikebanyakan waktunya, lebih ringan bagi orang yang sholat, lebih dekat kepada kekhusyuan dan thuma’ninah. Namun bagi siapa saja yang ingin menambah jumlah rokaatnya maka tidak masalah dan tidak dimakruhkan sebagaimana yang dijelaskan.” (Diringkas dari Majmu’ Fatawa 15/18-19)

Maka hendaknya saling berlapang dada dalam masalah ini. Jangan menjadi sebab kegaduhan atau berlebihan lantaran menafikan pendapat yang lain. Apalagi para Ulama telah berijma’ bahwa jumlah rokaat sholat malam tidak terbatas sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Abdil Barr, Al-‘Iroqi, dan Al-Qodhi ‘Iyadh.
___________

Fikri Abul Hasan

::::::::::::::::::::::::::::
📁 Artikel: Ukhuwahfillhijrah.com
♻Join telegram chanel : http://t.me/ukhuwahh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *