Menggunakan Cat Kuku Saat Berpuasa

ƒαƭαωα ૨αɱα∂ɦαɳ

t.me/ukhuwahh

MENGGUNAKAN CAT KUKU SAAT BERPUASA

Pertanyaan :
Assalamualaikum.. teman saya menggunakan cat kuku saat berpuasa, apakah puasanya batal? atau seperti apa hukumnya? terimakasih, wassalamualaikum

Jawaban :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Cat kuku hukum asalnya bukanlah termasuk pembatal puasa. Penggunaan cat kuku berhubungan dengan shalat dari orang yang menggunakan. Hukum asalnya cat kuku dibolehkan bila tidak digunakan untuk berhias di hadapan laki-laki yang bukan mahram, Ulama’ yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arrab Saudi pernah ditanya cat kuku yang menghalangi air menyentuh kuku secara langsung:” Apakah hal-hal berikut diharamkan dalam Islam… cat kuku…?”

Mereka menjawab,”
Itu dibolehkan namun lebih utama itu ditinggalkan. Wajib untuk menghilangkannya kala berwudhu dan mandi wajib mengingat itu menghalangi ke permukaan badan. (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah17/125-126 pertanyaan ke enam dari fatwa no.3377)

Tidak boleh juga menggunakan cat kuku yang dzatnya menghalangi air mengenai permukaan kuku, kecuali bila si pemakai mau menghilangkannya setiap akan wudhu atau mandi wajib sebagaimana ditegaskan oleh Ulama’ Lajnah Daimah, mereka juga pernah ditanya,”
Kami mendengar sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan dibolehkan berwudhu tanpa membersihkan cat kuku yang ada di kukunya terlebih dahulu. Apa pendapat Anda?

Mereka menjawab,” Segala puji hanyalah bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul-Nya, kerabat dan sahabat beliau.

Apabila cat kuku tersebut mengandung zat yang melekat di permukaan kuku (menghalangi air mengenai peemukaan kuku), maka wudhunya tidak sah tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Namun, jika cat kuku tersebut tidak mengandung zat tersebut, seperti Hena (pacar), maka wudhunya sah.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu’ud (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
(Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/236 Pertanyaan Keenam Belas dari Fatwa Nomor 6504)

Wallahu ta’ala a’lam

Dijawab oleh Ustadz Mukhsin Suaidi,Lc M.E.I (dewan redaksi salamdakwah)

https://goo.gl/qYAcsE
Sumber : salamdakwahcom

::::::::::::::::::::::::::::
📁 editor : admin ukhuwahfillhijrah.com
♻Join telegram chanel : http://t.me/ukhuwahh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *