Berkumur Kala Berpuasa

TANYA USTADZโ“

Berkumur Kala Berpuasa

Pertanyaan :
Assalamuaalaikum warrahmatullah wabarakatuh
Bolehkah orang yang berpuasa berkumur-kumur saat wudhu ?

โœ๐Ÿป Dijawab oleh Ustadz Mukhsin Suaidi,Lc M.E.I

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Boleh berkumur-berkumur ketika puasa dengan catatan harus berhati-hati (supaya air tidak masuk ke kerongkongan) dan tidak boleh berlebihan.

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ู‡ูŽุดูŽุดู’ุชู ููŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ุชู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู†ูŽุนู’ุชู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ุชู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ู„ูŽูˆู’ ู…ูŽุถู’ู…ูŽุถู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนููŠุณูŽู‰ ุจู’ู†ู ุญูŽู…ู‘ูŽุงุฏู ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซูู‡ู ู‚ูู„ู’ุชู ู„ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุชู‘ูŽููŽู‚ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู…ูŽู‡ู’

[Umar bin Al Khathab] berkata; “Aku merasakan senang lalu aku mencium (istriku) sementara aku dalam keadaan berpuasa.” Lalu aku katakan; “Wahai Rasulullah, pada hari ini aku telah melakukan suatu perkara yang besar. Saya mencium (istriku) sementara saya sedang berpuasa.” Beliau berkata: “Bagaimana pendapatmu apabila engkau berkumur-kumur menggunakan air sementara engkau sedang berpuasa?” Isa bin Hammad berkata dalam haditsnya; “Aku katakan; tidak mengapa. Kemudian keduanya bersepakat mengatakan; beliau berkata; keduanya sama.”
(HR. Abu Daud no. 2385. Dishahihkan oleh al-Albani)

Dalam Aunul Ma’bud disebutkan sebda Nabi shallallahu alaihi wa sallam

ู‚ุงู„ ุฃุฑุฃูŠุช ู„ูˆ ู…ุถู…ุถุช ู…ู†

“Bagaimana pendapat engkau seandainya engkau berkumur-berkumurโ€ฆ”
Di sini ada isyarat terhadap fiqih yang menakjubkan yakni bahwasanya kumur-kumur tidak membatalkan puasa padahal itu adalah pembukaan minum dan kuncinya, begitupula mencium itu tidak membatalkan puasa meskipun itu yang menarik seseorang untuk berjimak dan pembukaannya yang menjadi kunci jimak. (Aunul maโ€™bud 7/9)

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab saudi pernah ditanya,”Pada tahun lalu, di bulan Ramadhan saya hamil, kala itu cuacanya sangat panas, mulut saya kering selanjutnya saya mengambil air dingin untuk digunakan berkumur-kumur supaya mulut saya basah dan bibir saya tidak kering dengan tetap menjaga jangan sampai air mengalir ke kerongkongan saya. Apakah dengan begitu saya berdosa atau wajib membayar kafarah?

Mereka menjawab,โ€bila masalahnya seperti yang anda sebutkan maka anda tidak berdosa dan tidak wajib untuk mengqodhoโ€™ puasa di hari anda melakukan kumur-kumur karena tidak adanya sesuatu yang menjadikan pulsa anda rusak.” (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 9/216 pertanyaan pertama dari fatwa no.20344)

https://goo.gl/MqacBv

โ•โ• ยคโโœฟโยค โ•โ•โ•

๐ŸŒŽ www.salamdakwah.com

โ”ˆโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโŠฐโœฟ๐Ÿ“šโœฟโŠฑโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโ”ˆ
Artikel : Ukhuwahfillhijrah.com
Link WAG : http://bit.ly/2UfH-Adm1
Follow our chanel : t.me/ukhuwwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *