Wanita Hendaknya Tinggal di Rumahnya

“`KITAB HIRASATUL FADHILAH“`

*WANITA HENDAKNYA TINGGAL DIRUMAHNYA*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kata beliau; Akan terealisasi maksud-maksud syariat.
Apa itu? yaitu:

1⃣ *Menjaga fitrah wanita.*
Dimana fitrah wanita itu bukanlah sebagai pencari nafkah, bukan sebagai kepala rumah tangga, bukan tulang punggung, karena ia tercipta dari tulang rusuk.

2⃣ *Menjaga peraturan syariat.*
Dimana masyarakat Islam adalah masyarakat yang tidak mengizinkan campur baur antara laki-laki dan wanita karena besarnya fitnah dalam bercampurnya laki-laki dan wanita tersebut.
Maka syariat menetapkan bahwa wanita tinggal dirumah, tidak boleh keluar kecuali bila ada keperluan.

3⃣ *Tinggalnya wanita dirumah itu menyebabkan ia merasakan kewajiban dia dirumah.*
Kewajiban sebagai istri, sebagai ibu, demikian pula sebagai pengurus rumah suaminya dan kewajiban untuk melaksanakan hak-hak suaminya berupa menyediakan makanan minuman. Demikian pula untuk mendidik anak-anak, dll.

Dan telah tsabit dari hadits Ibnu Umar, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
*_”Wanita adalah pengurus di rumah suaminya. dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah tentang kepengurusannya.”_*
*Muttafaqun Alaih.*

4⃣ *Tinggalnya wanita dirumah akan lebih mampu untuk menjaga kewajiban-kewajiban seperti shalat 5 waktu dll.*

– Oleh karena itulah para wanita tetap dianjurkan untuk dirumah, agar lebih dekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala,
– dan lebih mampu untuk menjaga _iffah (kesucian)_ mereka,
– dan lebih mampu untuk menjalankan kewajiban yang Allah telah wajibkan kepada mereka, berupa berbakti kepada suami, dll.

Inilah maksud-maksud tujuan syariat yang agung, dimana Islam bukan ingin mengekang wanita, namun menginginkan terjaganya kesucian mereka._

Tidak seperti yang didengungkan orang-orang barat yang menyuruh kepada kebebasan wanita, menyeru kepada emansipasi, akhirnya wanita juga mengerjakan perbuatan laki-laki, bahkan bercampur baur.

Akibatnya seperti kita lihat di Barat; kebebasan seks, pergaulan bebas laki-laki dan wanita, hancurnya rumah tangga, tidak jelasnya keturunan, dan lainnya diantara kerusakan, belum lagi munculnya penyakit-penyakit.
Ini akibat daripada klaim mereka, dengan klaim kebebasan wanita, mereka tidak mau dikekang.

Padahal Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada aturan-aturannya._
Allah menciptakan pohon, pasti ada aturan untuk pohon itu, kalau pohon itu melanggarnya dia akan mati.
Demikian pula Allah menciptakan planet-planet itu sudah ditetapkan aturannya, semuanya sudah ditetapkan.

Demikian pula Allah menciptakan laki-laki dan wanita, “`ALLAH YG PALING TAHU APA ATURAN YANG PALING LAYAK UNTUK MEREKA, KARENA DIA LAH PENCIPTA MANUSIA.“`

wallahu a’lam

✒ *ustadz badrusalam*
(al fawaid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *