Walimatul ‘ursy

#Tanya Ustadzah 1#
Nama : Dita Hersiyanti
Asal : Palembang

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jika kedua calon pengantin yang alhamdulillah sudah mengenal sunnah, berusaha mendakwahkan dan meyakinkan keluarga besar untuk mengadakan walimah syari (tidak ada musik, infishol tam untuk tamu dan mempelai, menikah sederhana), namun mayoritas keluarga besar yang masih awam belum bisa terima. Sudah dicari jalan tengahnya seperti misalnya menggunakan acapella (nyanyian tanpa musik), pembatas hanya setengah badan pakai pagar, dll.
Apakah pernikahan tersebut tetap berkah, meskipun tidak full sesuai syariat?

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN 🔏

Wa’alaikum Salam wa Rohmatullooh wa Barokaatuh…

Fatwa asy Syaikh Sholih al Utsaimin :
Boleh mengadakan walimatul ‘ursy dengan mengadakan dan mendengarkan lagu-lagu semacam itu dengan nasyid atau lagu-lagu yang bernafaskan Islam karena di dalamnya terdapat hikmah, peringatan dan teladan (ibrah) yang mengobarkan semangat serta ghirah dalam beragama, membangkitkan rasa simpati, penjauhan diri dari segala macam bentuk keburukan. Seruannya dapat membangkitkan jiwa sang pelantun maupun pendengarnya agar berlaku taat kepada Allah -Subhanahu Wa Ta’ala-, merubah kemaksiatan dan pelanggaran terhadap ketentuanNya menjadi perlindungan dengan syari’at serta berjihad di jalanNya.

Tetapi tidak boleh menjadikan nasyid itu sebagai suatu yang wajib untuk dirinya dan sebagai kebiasaan, cukup dilakukan pada saat-saat tertentu ketika hal hal itu dibutuhkan seperti pada saat pesta pernikahan, selamatan sebelum melakukan perjalanan di jalan Allah (berjihad), atau acara-acara seperti itu. Nasyid ini boleh juga dilantunkan guna membangkitkan semangat untuk melakukan perbuatan yang baik ketika jiwa sedang tidak bergairah dan hilang semangat. Juga pada saat jiwa terdorong untuk berbuat buruk, maka nasyid atau lagu-lagu Islami tersebut boleh dilantunkan untuk mencegah dan menghindar dari keburukan.
Namun lebih baik seseorang menghindari hal-hal yang membawanya kepada keburukan dengan membaca Al-Qur’an, mengingat Allah dan mengamalkan hadits-hadits Nabi, karena sesungguhnya hal itu lebih bersih dan lebih suci bagi jiwa serta lebih menguatkan dan menenangkan hati, sebagaimana firman Allah.
“Artinya : Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” [Az-Zumar: 23]

“`Intinya“` :

Bolehnya walimatul ‘usry dengan mengadakan nasyid dengan menggunakan dub (rebana)

Adapun penggunaan acapela jika suaranya sama persis dengan musik maka hal ini terlarang.

Adapun jika anti dan calon suami anti sdh berusaha semaksimal mungkin mengadakan walimah sesuai sunnah Nabi maka in syaa Alloh akan mendatangkan barokah dari Alloh. Adapun kekurangan yang disebabkan orang-orang disekitar kita yang belum faham syariat maka hal tersebut tidak menyebabkan berkurangnya barokah pernikahan anti insyaa Alloh.

✒ Dijawab oleh Ustadzah Nabila Ummu Abdurrahman Hafidhohullah

●SESI TANYA-JAWAB : Ukhuwah Fil Hijrah●
┈•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈•┈
Website : ukhuwahfillhijrah.com
Instagram :instagram.com/ukhuwahfilhijrah
Facebook : web.facebook.com/ukhuwahfilhijrah
Telegram : t.me/ukhuwahh
Link Pendaftaran : http://bit.ly/2UfH-Adm1

● silahkan di sebarkan dengan tetap mencantumkan sumber ●

┈•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈•┈

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *